Talkshow bersama Aimee (Small Hands, Big Dream)

Aimee Mihardja merupakan anak muda kreatif dan inspiratif yang akan bergandengan tangan dengan YKAI untuk kesembuhan dan senyum ceria anak-anak Indonesia.

 

Menurut Aimee anak yang menderita penyakit kanker itu sangat membutuhkan banyak support dari luar maupun dari dalam, oleh karena itu ia tergerak untuk membantu mereka semua melalui YKAI dengan program baru yang dibuatnya.

 

Dengan keadaan pandemi saat ini Aimee berpikir bahwa beberapa hal bisa dilakukan secara personal dengan melalui media benda disekitar kita yang dapat dijadikan karya seni yang berguna.

 

Aimee mengajak kita semua untuk mengapresiasi karya-karya yang telah dibuatnya bersama adik-adik penderita kanker dalam bentuk lukisan seperti sarung bantal, botol tumblr, notebook, kaos, tas, dan masih banyak benda yang akan mempunyai nilai jual lainnya.

 

Setiap hari ada banyak anak yang terkena kanker dan itu membuat banyaknya keperluan dengan biaya tinggi yang tidak bisa  ditanggung sendiri dan sangat membutuhkan bantuan kalian agar  lebih peduli lagi terhadap mereka yang membutuhkan.

 

Salah satu program YKAI yaitu menyediakan transportasi JABODETABEK antar jemput bagi anak yang akan melakukan pengobatan atau kemoterapi di rumah sakit yang dituju. Dan juga berupa obat-obatan yang sekiranya sulit mereka dapatkan karena terhalangnya kesulitan ekonomi.

 

YKAI juga mempunyai program ‘Senyum Anak Sehat Indonesia’ yang memiliki motto bahwa setiap anak penderita kanker berhak mendapatkan pengobatan dan perawatan yang layak, dengan melalui kita sebagai perantara yang berada dibelakang anak-anak bisa memberikan kesempatan untuk mereka bisa sehat dan sembuh. Tentu ini tugas buat kita semua supaya bisa mengajak  masyarakat terutama dari kalangan muda supaya bisa lebih peduli lagi dengan anak-anak kanker khususnya. Karena keterpudialaan harus disuarakan apapun bentuknya.

 

Beberapa karya yang sudah dibuat adik-adik YKAI bisa kita apresiasikan sebagai bentuk kepeduliaan kita agar mereka merasa senang dan tetap semangat. Karena meskipun dalam keadaan sakit dan lemah mereka mampu membuat karya seni yang indah. Dan merchandise ini dapat kita beli sebagai bentuk support kita agar mereka tetap bermimpi dan menghasilkan karya-karya indah lainnya.

 

Mereka sudah melukis dengan baik dan itu sesuatu yang luar biasa karena kerja keras dan usaha mereka untuk bisa mewujudkan karya seni itu, apalagi dengan keadaan mereka yang sedang sakit

 

Untuk selanjutnya yang belum terealisasikan Aimee akan mengembangkan sebuah tote bag yang lebih besar dan bisa dinikmati oleh kita semua, dengan 70% hasil yang diperoleh dari penjualan akan disumbangkan untuk YKAI.

 

Meskipun Aimee akan melanjutkan study-nya diluar negeri tetapi program ini akan tetap berlanjut nantinya dengan hal-hal yang akan dikembangkan baru lagi. Merchandise ini dapat dibeli dengan menghubungi YKAI atau Aimee sendiri dengan menghubungin nomor telepon yang tertera pada bio instagram @kankeranakindonesia atau @aimthelabel.

 

Kita bisa belajar bahwa talenta yang tuhan berikan dapat berguna untuk kebaikan bagi banyak orang, dan bahwa hidup ini bukan hanya untuk kita sendiri, namun bagaimana kita bisa berbagi kasih, berempati, dan melakukan hal yang kita bisa melalui cara sederhana.

 

Pesan Aimee yang bisa menjadi motivasi buat kita adalah ia berkata “Untuk adik-adik teruslah berkarya, tuhan memberikan kalian semua talenta yang harus kalian asah. Small Hands Big Dreamwalaupun tangan-tangan mereka kecil tetapi mereka  dapat membuat mimpi yang besar.”

 

 

 

Talkshow bersama Prof. Ari Fahrial Syam : Vaksinasi COVID-19

Dalam upaya memperingati hari Kanker Anak Internasional, Dr. Dina dari Yayasan Kanker Anak Indonesia mengadakan talkshow bersama Prof. Ari Fahrial Syam yang merupakan guru besar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan saat ini sedang menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia periode 2017-2021. 

Topik yang dibahas pada talkshow kali ini yaitu mengenai Vaksinasi COVID-19.

Seperti yang kita ketahui, virus ini sudah menyebar hampir satu tahun yang lalu dan telah merenggut banyak sekali nyawa, tidak hanya di Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia terkena dampak dari virus corona. Saat pertama kali vaksin tiba di Indonesia pada tanggal 13 Januari 2021, orang pertama yang melakukan penyuntikan vaksin adalah Presiden Joko Widodo, kemudian dilanjutkan ke beberapa golongan masyarakat tertentu.

Pengertian dari vaksin itu sendiri adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Proses dari vaksinasi biasanya dengan cara memasukkan vaksin (suntikan/lewat mulut) kedalam tubuh untuk menstimulasi sistem imun dan akhirnya kebal terhadap penyakit menular.

Merujuk pada hal tersebut, Prof. Ari mengatakan vaksin yang baru saja tiba di Indonesia ini masih dalam tahap uji klinik dan sedang memasuki uji tahap ke empat setelah lulus di tahap sebelumnya, yang artinya ampuh atau tidaknya vaksin SINOVAC kembali kepada antibodi di dalam tubuh kita masing-masing. Pemerintah dan seluruh anggota yang menangani kasus ini berharap agar virus corona tidak bermutasi menjadi virus baru, karena ini juga yang memengaruhi pertanyaan masyarakat mengapa masih bisa tertular COVID-19 padahal sudah disuntikkan vaksin.

 

Pemerintah belum bisa menjamin dengan pemakaian vaksin SINOVAC kita akan seratus persen bersih dari penularan virus tersebut. Tetapi, pemerintah berani menjamin bahwa vaksin ini aman digunakan untuk masyarakat. Efek samping dari pemakaian vaksin ini masih belum signifikan, ada yang menyebutkan bahwa setelah disuntikkan vaksin maka di baagian tangan akan terasa pegal-pegal, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa mereka tidak merasakan efek samping apapun setelah melakukan vaksin.

 

WEBINAR BERSAMA DR PITOYO

Webinar Bersama Pitoyo Peter Hartono, Dr. Eng. Doraemon : Gundam dan Aspirasi Masa Depan

Professor Pitoyo Peter Hartono merupakan salah satu pimpinan proyek Gundam Global Challenge yang membuat robot Gundam raksasa bergerak, beliau juga merupakan profesor bidang jaringan saraf buatan di Department of Mechanics and Information, Chukyo University, Jepang.

Gundam adalah animasi tentang robot yang dirilis pada 1979. Gundam dalam animasi memiliki tinggi 18 meter. Pembuatan Gundam berawal dari Gundam Global Challenge, sebuah pencarian bakat di seluruh dunia, untuk merancang robot Gundam skala penuh setinggi 18 meter dan me mungkinkannya untuk bergerak. “Proyek itu (Gundam Global Challenge) bertujuan untuk menjembatani antara science fiction dan science. hal ini akan banyak melibatkan berbagai bidang ilmu seperti teknik dan unsur seni,” ujar Prof Pitoyo Peter Hartono.

Pada webinar ini (DORAEMON : GUNDAM, DAN ASPIRASI MASA DEPAN) beliau menceritakan awal mula ketertarikannya di dunia robotik.

“untuk saya doraemon lebih dari sebuah robot dia merupakan benda yang sangat cerdas melebihi robot robot yang ada di dunia saat ini misalnya dia datang dari abad 22 yang tentu saja suasananya sangant berbeda dengan abad 20 ini tetapi dia bisa menyesuaikan diri dan bisa berteman dengan nobita dan teman-temannya dia mempunyai kemampuan beradaptasi dengan sangat baik, jadi ini sangat menarik untuk saya, ini juga menjadi motifasi untuk saya untuk belajar dari doraemon” ujar Prof Pitoyo Peter Hartono.

Professor Pitoyo Peter Hartono juga berpresentasi dan memberi pejelasan rinci tentang Origin of Doraemon, Robot History, Compexity of Building Robots , Self Organization in Robotics, beliau juga memberi motivasi pada anak bangsa dengan pola pikir beliau tentang ‘Dream and Realitiy’.

berikut merupakan beberapa Q&A dengan prof Pitoyo Peter Hartono :

Q : Bagaimana cara anak bangsa mendapat inspirasi untuk mau memajukan teknologi yang ada saat ini ?

A : “     menurut saya inspirasi adalah akumulasi dari usaha, jika kita mau membuka mata kita, pikiran kita, menerima hal-hal baru dan tidak pernah berhenti belajar suatu saat pasti akan muncul inspirasi, inspirasi tidak pernah muncul dari nol tetapi inspirasi muncul dari usaha, jika kita tidak mengerti apa-apa inspirasi tidak akan muncul karna itu kita harus selalu bermimpi dan belajar.”

Q : Apakah robot di design untuk menggantikan manusia atau untuk mengkomplimentasikan manusia ?

A : “mungkin dalam beberapa tahun kedepan batas antara manusia semakin tipis contohnya sekarang saya ini menggunakan kacamata ini merupakan alat pembantu bagi saya mungkin tampa ini mungkin saya tidak akan menjadi professor, kacamata bukan bagian dari tubuh saya tetapi merupakan alat pembantu begitu juga pada komponen-komponen robot pada masa depan banyak alat alat yang terintegrasi pada kita dan kita menjadi semacam manusia baru.”

Q : Bagaimana cara anda meyakinkan bahwa robot tidak selalu berdampak buruk ?

A : “sebetulnya banyak persepsi yang berbeda-beda di daerah barat mulanya persepsi robot itu buruk seperti dalam drama Karel Capek bahwa robot adalah musuh manusia, di Jepang sendiri tidak seperti itu banyak robot seperti astro boy dan doraemon mereka semacam teman bagi manusia, dan cara kita mengubah persepsi itu adalah dengan membuat robot kita tidak bisa hanya bicara saja tapi kita harus membuktikan karna itu kita membuat robot.”

Q : Apa saja kendala dan hal tersulit saat membuat robot ?

A : “untuk bisa sukses 1 kali mungkin saya harus gagal 99 kali, cobaan untuk berhenti pasti selalu ada satu-satunya jalan untuk sukses adalah mencoba sampai sukses dan jika kita berhenti saat itu lah kita akan berakhir.”

Prof Pitoyo Peter Hartono juga mengatakan bahwa salah satu tujuan membuat project Gundam Global Challenge ini adalah untuk memberi semangat, berani bermimpi, dan belajar untuk pata pemuda agar bisa merealisasikan mimpi itu menjadi realitas dan juga memotivasi banyak orang di dunia.

“To achieve our dreams, We must learn how Reality works and Learn from it”

­- Prof Pitoyo Peter Hartono

Q and A bersama Takuya Ohsawa

Q&A Bersama Takuya Ohsawa ( I Love Indonesia)

Kali ini kak Dessy Natashia Panjaitan dan sahabat Ykai kedatangan kak Takuya Ohsawa Founder Of WKWK JAPANESE yang ingin berbagi cerita atau pengalamannya, bagaimana dia mencintai Indonesia dan kira-kira hal apa yang bikin dia tertarik dengan Indonesia yaa?.

       Takuya Ohsawa pria asal kota Nagano di Jepang saat ini berkesibukan untuk bekerja, sudah mulai bekerja dari tahun lalu dan telah lulus kuliah. Ada juga beberapa project yang ia lakukan seperti mengajar bahasa Jepang. Takuya Ohsawa sudah pernah datang ke Indonesia 3 kali, tetapi dia merasa perjalanannya ke Indonesia dalam 3 kali masih terasa singkat.

 

 Q:  “Sejak kapan kamu tertarik dan suka Indonesia?”

 A: “2 tahun yang lalu saat aku tinggal di osh dan sekolah bahasa Jepang ada beberapa orang Indonesia, mereka yang mengajarkan aku budaya dan bahasa Indonesia”.

 

     Selama Takuya pergi ke Indonesia dia mengunjungi Bali, Jakarta, Bandung.

  ” Orang-orang Jepang suka Bali banget”, ujarnya. Tempat yang Takuya suka di Bali yaitu ubud.

 

 Q:  “Indonesia kan terkenal akan makanannya kalo Takuya suka makanan apa dari Indonesia?”

 A: “Aku suka indomie, rendang, nasi goreng. Aku kangen makanan Indonesia”.

 

    Dia sangat suka Indomie goreng original dan minuman favorit Indonesia adalah Teh Botol Sosro karena rasa manisnya.

 

 Q: “Hal-hal tentang Indonesia yang Takuya suka apa sih?”

 A: “Yang aku suka dari Indonesia adalah orang-orangnya karena mereka selalu tertawa sepertinya bahagia dan mereka baik, sangat baik”.

 

     Ternyata Takuya juga sangat suka Fiersa Besari penyanyi asal Indonesia dan menyukai salah satu lagu ciptaannya yang berjudul  “Celengan rindu”.

 

     Jadi disini Takuya mencoba menjelaskan apa rencana kegiatan Takuya bersama Ykai.

lalu dia berkata, “aku tertarik sosial masyarakat Indonesia, jadi aku mau membantu Yayasan Kanker Anak Indonesia dan orang-orang yang fighting lalu yang bekerja di sosial masyarakat”.

     Pesan yang disampaikan oleh Takuya untuk adik-adik penyintas kanker, “Semoga kalian sehat selalu dan semoga kalian semua sukses”.

 

   Nah jadi itu tadi cerita dan pengalaman Takuya Ohsawa bagaimana dia bisa mencintai dan tertarik dengan Indonesia yang indah ini akan alam dan budaya nya. 

WhatsApp Image 2021-01-22 at 15.15.06

Webinar Tentang Peduli Pasien Kanker Bersama Puskesmas Ciracas

Jakarta – YKAI, Pada bulan Januari Yayasan Kanker Anak Indonesia mengadakan  Webinar bersama Puskesmas Ciracas. Webinar ini diadakan melalui via zoom dengan diikuti kurang lebih 50 peserta lainnya. Membahas Tips Mengelola Emosi Pasien Kanker dengan pembicara Dian Fatmawati, S.Psi, M.Psi. dan membahas  Resiliensi Selama Kemoterapi Pada Pasien Kanker dengan pembicara Sulastry Pardade.

Membahas Tips Mengelola Pasien Kanker ini sangat bermanfaat untuk pengetahuan orangtua bagaimana mengetahui perasaan anak dengan kanker yang sering muncul. Seperti, menyangkal, marah, nyeri, sedih, takut, tidak semangat, rasa bersalah, kesepian, tertekan dan lainnya. Dan bagaimana cara orangtua bisa mengatasi dan dapat mengelola emosi anak-anaknya yang menderita kanker sehingga anaknya bisa terus bersemangat dan mempunyai kemauan atau harapan untuk terus sembuh.

Pembahasan yang kedua membahas tentang “Resiliensi Selama Kemoterapi Pada Pasien Kanker“, pembahasan ini sangat menambah ilmu untuk kita mengetahui apa itu resiliensi, faktor yang mendukung resiliensi, bagaimana proses terbentuknya resiliensi pada anak dan orangtua dan khususnya resiliensi anak yang menderita kanker. Pembahasan ini bertujuan untuk  orangtua bisa menumbuhkan harapan agar proses kemoterapi dapat terlaksana dengan lancar

 

Webinar tentang Peduli Pasien Kanker bisa ditonton diyoutube chanel Yayasan Kanker Anak Indonesia

 

Link  : 

https://www.youtube.com/watchv=o3PLcjayZO8&list=UU2Wrj3d4W6BrUnli4uH0JMA&index=1&ab_channel=YayasanKankerAnakIndonesia

 

IMG_2093-min

Peformance Angklung (Special Event) : Pesona Angklung with Melvina (Cancer Survivor)

Jakarta – YKAI, pandemi COVID-19 tak menyurutkan para ibu-ibu angklung dari Pesonda Angklung dalam menyambut natal dan tahun baru. 

 

Dengan mempunyai hati yang besar, berasal dari perbedaan agama dan suku ibu-ibu tetap memberikan penampilan yang terbaik terkhususnya Bersama Melvina yang adalah seorang cancer survivior.

 

Di saat yang sama, angklung masa kini menjadi alat musik yang banyak dimainkan para musisi dengan berbagai latar belakang musik dalam kolaborasi dengan alat music lainnya. Intinya, angklung tetap hidup dan eksis sejak dulu hingga kini.

 

Gelaran acaranya berlangsung pada 12,13 dan 17 Desember 2020 North Lobby,

Lokasi Christmas Tree, Gandaria City dan Lobby Wisma KeiaiJl. Jend. Sudirman, Jakarta. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, menggunakan face shield.

Pada 12,13 dan 17 Desember 2020, Pesona Angklung berkolaborasi Bersama anak cancer survivor berusia 14 tahun yang sudah berjuang melawan kanker dan kini ia memiliki motivasi untuk mau menjadi contoh yang baik untuk teman-temannya yang sedang berjuang dalam melawan kanker

 

Niat baik ini sangat disambut dengan baik oleh pihak Gandaria City maupun Wisma Keiai dalam memberikan tempat dan juga mendapatkan apresiasi yang baik oleh tenan-tenan di Wisma Keiai

 

Dengan dukungan dan penampilan dari pesona Angklung dan Melvina semoga ada harapan dan sukacita yang baru dalam menyambut Natal dan Tahun 

 

blue did you know modern style background design

CERITA ELBERT #ANAKHEBAT

Halo!

Nama perkenalkana nama saya Edbert Sebastian Ghozali Putra M. Saya pernah menjalani pengobatan/perawatan Osteosarcoma pada tahun 2013.

Pada akhir tahun 2012 sekitar bulan November-Desember, ketika saya masih kelas 6 SD dan pada saat itu saya sedang mengikuti pelajaran olahraga disekolah, tangan saya tertarik oleh teman saya seperti terplintir ke belakang. Saya merasa tangan saya sangat sakit, tapi hal tersebut tidak saya beritahukan ke orang tua karena saya pikir akan sembuh dengan sendirinya.

Setelah hampir kurang lebih 3 minggu dari kejadian tersebut, akhirnya saya memberitahukan kejadian tersebut ke orang tua saya. Kemudian orang tua saya langsung membawa saya ke panti pijat karena mereka pikir itu hanyalah keseleo biasa. Saya dipijat selama 3 minggu berturut-turut lamanya. Ternyata tangan saya bukannya semakin sembuh, malah semakin bengkak dan tukang urut mengatakan bahwa beliau tidak sanggup dan menyarankan agar saya berobat ke dokter.

            Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter menyarankan agar tangan saya di rontgen dan saya langsung melakukan saran dokter tersebut. Setelah hasil rontgen keluar, dokter memberitahukan hasil rontgen saya bahwa ada ditemukan Bone Tumor (Tumor Tulang).  Kemudian dokter merujuk saya ke bagian Orthopaedic untuk pemeriksaan lebih lanjut.

            Ketika di bagian Orthopaedic, kami disuruh untuk melakukan sejumlah pemeriksaan seperti cek darah, rontgen ulang, MRI, bone scan dan finalnya adalah biopsi. Setelah hasil biopsi keluar, ternyata benar saya diizinkan Tuhan mengidap Osteosarcoma (Kanker Tulang). Setelah didiagnosa kanker tulang, kami dirujuk ke bagian Hematologi untuk jadwal kemoterapi. Di bagian Hematologi, saya dijadwal 6 siklus kemoterapi, 3 siklus pertama lalu observasi ulang dan dilanjutkan kemoterapi 3 siklus berikutnya.

            Kemoterapi pertama saya jalani, badan saya kaget dan langsung mengeluarkan efek kemoterapi seperti mual, muntah, sariawan dan rambut rontok hingga botak. Bahkan saking kagetnya saya, saya dehidrasi di kemoterapi pertama dan harus dipindahkan ke ruang isolasi karena kondisi yang sangat lemah hingga harus ditrasfusi darah sebanyak 21 kantong darah, 18 kantong darah merah dan 3 kantong darah putih. Selama kemoterapi pertama, saya berada di rumah sakit selama 3 minggu.

            Kemoterapi kedua dan kemoterapi ketiga saya lewati, dengan efek yang sama dan kondisi tubuh yang sangat lemah. Setelah 3 kali kemoterapi, saya dikembalikan ke bagian Orthopaedic untuk diobservasi. Berbagai pemeriksaan kami jalani ulang seperti cek darah, rontgen ulang, MRI dan bone scan yang hasilnya memungkinkan saya untuk dioperasi.

            Operasi pertama terjadwal tanggal 23 Mei 2013, operasi pertama berjalan selama delapan jam dan tidak langsung diamputasi, tetapi dilihat mana tulang yang terkena kanker dan harus dibuang sementara tangan saya dibiarkan kosong untuk menunggu besok hari akan dioperasi lagi. Dan operasi kedua saya ikuti, ini adalah operasi yang paling lama karena berjalan selama 12 jam dari jam 2 siang hingga jam 2 pagi. Operasi ini akan mengambil tulang kecil di bagian betis saya untuk disambungkan ke tangan yang terkena kanker. Dioperasi ini dokter harus menggunakan kacamata mikroskop karena yang dioperasi bukan hanya tulang tapi juga syaraf-syarafnya. Salah satu efek dari diambilnya tulang dan syaraf dari kaki saya adalah ibu jari kaki kanan saya yang mati dan tidak bisa bergerak. Karena operasi ini, saya di rawat di ICU.

            Setelah operasi kedua, ternyata di bagian yang dioperasi terjadi penggumpalan darah dan memaksa untuk dioperasi ulang sebanyak 3 kali untuk diambil gumpalan darah yang ada 500 cc untuk operasi pertama dan ± 450 cc di operasi kedua dan ketiga. Jadi jika ditotal, maka saya lewati 5 kali operasi dalam kurun waktu 7 hari. Setelah 7 hari masih ada masa pemulihan dan saya dirawat di rumah sakit selama 1 bulan pada pertengahan 2013.

            Setelah dipebolehkan pulang, saya masih harus bolak-balik rumah sakit karena harus ganti perban pasca operasi. Dan lambat laun, kanker itu masih ada dan membengkak lagi kebagian lengan sebelah kanan. Saya bersyukur ternyata kankernya menyebar ke jari-jari tidak menyebar ke atas seperti bagian otak, jantung dan paru-paru yang terdekat. Setelah membengkak lagi, dokter memutuskan untuk harus diamputasi. Tanggal 4 Juli 2013, saya dioperasi amputasi yang berjalan selama 8 jam. Setelah dioperasi, saya kembali di observasi dan dirujuk kembali ke bagian Hematologi serta diharuskan untuk kemoterapi 3 siklus terakhir.

            Kemoterapi keempat, kelima dan keenam kembali dijalani, efek yang dirasakan seperti sudah menjadi makanan hari-hari, rumah sakit, suntik, dan obat-obatan seakan menjadi teman dalam menjalani kemoterapi. Setelah 3 siklus terakhir, kembali diobservasi apakah harus dilakukan kemoterapi tambahan atau tidak. Dan hasilnya tidak ada kemoterapi tambahan.

            Setelah dinyatakan tidak ada kemoterapi tambahan, kembali saya menjalani cek darah dan segala rontgen. Dan hasilnya tidak ada lagi kanker di dalam tubuh saya. Setelah 5 tahun pasca operasi, atau tepatnya pada tahun 2018 saya sudah dinyatakan sembuh dari kanker. Namun, tetap pengobatan rutin harus dilakukan seperti kontrol dan cek darah tidak boleh berhenti karena itulah yang menjadi pedoman kalau saya sudah sembuh.

            Setelah dinyatakan sembuh, tahun 2014 saya melanjutkan pendidikan dengan  mendaftarkan diri untuk sekolah di tingkat SMP. Dan sampai hari ini di usia saya yang ke-19 saya sudah menjadi Mahasiswa Baru Angkatan 2020 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Program Studi Pendidikan Ekonomi, artinya sudah 7 tahun saya lewati pengobatan kanker dan saya rasakan bahwa penyertaan Tuhan selalu nyata, dalam keadaan apapun Tuhan selalu ada dan menemani saya dalam setiap pengobatan. Kalau saya bisa bersekolah, beraktivitas seperti biasa itu semua tidak lepas dari pertolongan Tuhan yang tidak pernah terlambat. Memasuki tahun 7 pasca operasi, saya yakin bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya dalam segala hal, Tuhan selalu ada untuk saya.

            Teruntuk teman-teman dan adik-adik yang masih berjuang melawan Cancer, tetap semangat! Memang pengobatannya tidak mudah, tetapi percayalah kesembuhan menanti kita. Jangan patah semangat, maju terus, yakinlah kesembuhan total menjadi bagian kita!

 

blue did you know modern style background design

WEBINAR DETEKSI DINI KANKER ANAK BERSAMA DR. HARIDINI INTAN S.MAHDI, SPA(K)., SEBAGAI SPESIALIS ANAK KONSULTAN HEMATOLOGI ONKOLOGI ANAK

Yayasan Kanker Anak Indonesia berkerja sama dengan Lions International Club mengadakan webinar untuk mengedukasi semua orang bagaiamana mendeteksi dini kanker anak. Bersama dengan dr. Haridini Intan S.Mahdi, SpA(K)., sebagai Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi Anak, dan juga dipandu dengan seorang  moderator
.
Dengan dr. Haridini Intan S.Mahdi, SpA(K)., sebagai Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, menjelaskan kanker pada anak, apa yang harus diketahu, Jenis-jenis kanker anak Leukemia, tumor padat, apa yang harus di waspadai Penentuan stadium Pada kasus yang diketahui secara dini, pasien dapat sembuh.

Awal penyakit sukar diketahui, mudah diobati ,Penyakit yang sudah lanjut mudah diketahui, sukar diobati”(Niccolo Machiavelli 1469-1527) ,” ujarnya saat Webinar Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) bertema Deteksi Dini Kanker Anak, Rabu 14 Oktober 2020.

Lebih lanjut dokter Tanti menjelaskan sehingga orang tua, Mengajar dan memberi contoh kepada anak-anak tentang pentingnya.
 Berikut Merupakan Ringkas Mater Berserta Penjelasan Gambar yang ada :